Maka, di benak para kambing hitam hanya ada pikiran untuk segera berlarian, bersembunyi, menyelamatkan diri, supaya tidak menjadi tumbal sesembahan alam kelaliman. Para kambing hitam tunggang langgang mencari tempat yang aman untuk berlindung, dan terpaksa harus tercerai berai antar kawannya. Mereka tak bisa lagi berkumpul di padang rerumputan yang dulu menjadi tempat mereka bicara tentang sejarah dan cita-cita akan sebuah kemerdekaan dari penindasan. Sementara tumpukan dosa-dosa Paduka Penguasa Kegelapan menertawakan ketakutan para kambing hitam yang berlarian bingung tak tentu arah. Tawanya keras, dan kian keras, hingga mulutnya terbuka lebar sembari menyeringaikan taring-taring giginya yang tajam mengkilat.
Sementara itu, para serdadu kegelapan berderap-derap menurunkan para brahmana dari singgasananya, dan menyingkirkan dari umatnya. Sehingga Paduka Penguasa Kegelapan tak lagi memiliki lawan bagi kekuasaan tahtanya. Tak jauh dari singgasana Paduka Penguasa Kegelapan, terdengar para pengikut dan para penasehatnya melantunkan lagu-lagu kengerian. Dialunkan syair-syair oleh mereka, untuk membangkitkan jasad-jasad yang telah terkubur selama tiga dasawarsa di tanah penghinaan yang bernisankan fitnah. Hantu baru diciptakan dari ambisi kekuasaan nista, kemudian dikabarkan aromanya di rumah-rumah penduduk yang masih bodoh.
Tiada lagi tempat untuk memperoleh secercah harapan rasa aman, apalagi terbebas dari ketakutan. Bagi para kambing hitam, setiap tempat adalah bahaya. Setiap detik selalu dibayangi oleh tetesan darah, gemertak tulang, dan lolongan kesakitan, yang menghiasi altar persembahan tempat mereka ditelentangkan dengan paksa. Ketakutan yang diderita para kambing hitam itu bukan ketakutan akan sebuah kesalahan yang harus dipertanggung jawabkan. Tetapi ketakutan terhadap kebengisan, kebiadaban, dan kegilaan ambisi kekuasaan para serdadu kegelapan beserta pengikut-pengikut Paduka Penguasa Kegelapan
Alam raya ini sontak menjadi hamparan tanah hitam dan gelap, menyelimuti setiap petak jiwa penduduknya.
No comments:
Post a Comment