Beranjak menuju pagi di hari Senin 29 Juli 1996, aku dikejutkan oleh berbagai berita di koran pagi, diantaranya;Jawa Pos dan Surya; yang memberitakan dengan tulisan besar-besar di halaman terdepan bahwa PRD adalah dalang peristiwa 27 Juli 1996. Maka sejak hari itu pula, PRD beserta seluruh para aktivisnya di berbagai wilayah di Indonesia harus mempertanggungjawabkan tindakannya atas terjadinya kerusuhan 27 Juli 1996. Aku ternganga dalam cekamnya dingin pagi itu.
Berbagai media massa terus menerus mengecam dan memojokkan keberadaan PRD, terutama media massa yang jadi ‘corong’ pemerintah. Pernyataan para pejabat Orde Baru menuding keras bahkan mendakwa bahwa PRD adalah ‘musuh rakyat’. Kegeraman penguasa Orde Baru terhadap PRD terlihat sepihak dan terang-terangan. Kekuasaan Orde Baru berupaya melibas habis PRD. Terutama dengan gencarnya memberi ‘stempel’ komunis pada para aktivis politik yang berjuang untuk demokratisasi dalam tubuh PRD. Sekali lagi, kesemuanya tanpa perlu asas praduga tak bersalah. Pernyataan itu diantaranya;
Ø Jawa Pos. Minggu 4 Agustus 1996.
…coba mau berkelit bagaimana? Perilaku dan gerakan PRD itu sudah seperti komunis. Semua itu ada buktinya seperti yang tertuang dalam manifesto mereka. (Wawancara KSAD, Jendral TNI Hartono)
Ø Jawa Pos. 5 Agustus 1996.
…PRD dan SMID inilah yang selalu menjadi otak unjuk rasa buruh dan masalah tanah di Jawa Timur…., untuk itu nama-nama yang terdaftar terus kita kejar. (Wawancara Pangdam V/Brawijaya, Mayjend Imam Utomo)
Ø Detektif & Romantika. No. 1/Thn XXVII/7 Agustus 1996
…Budiman Sudjatmiko adalah putera Sudjatmiko, mantan anggota PKI yang masuk dalam klasifikasi B2. (Wawancara Kassospol ABRI, Letjen Syarwan Hamid )
Ø Tiras. No. 28/Thn II/8 Agustus 1996.
…aparat keamanan bersama pejabat tinggi pemerintah kembali mengeluarkan statement, yang intinya menunjukkan aktivis PRD sebagai dibalik kerusuhan itu. “Pola-pola gerakan dan struktur organisasi mereka mirip Partai Komunis Indonesia dulu. (Wawancara Menko Polkam Soesilo Soedarman).
Ø Tiras. Idem.
…kita akan menumpas yang ada di daerah, yang berbau SMID, maupun PRD dan semacamnya. Mereka mulai ditangkap dan dimintai keterangan. Harapan kami dalam waktu singkat kondisi akan baik seperti semula. Pokoknya kita akan libas mereka sampai habis, kalau mereka terus melakukan aksi. (Wawancara Kasospol ABRI, Letjen. Syarwan Hamid)
Ø Tiras. Idem.
…bahwa caranya itu mirip betul dengan cara-cara PKI. (Wawancara Soerjadi, ketua umum PDI versi kongres Medan)
Ø Jawa Pos. Kamis 8 Agustus 1996.
…PRD jelas nyata-nyata merupakan kelompok yang melakukan kegiatan yang bersikap mental makar. (Wawancara Menpen Harmoko mengutip ucapan Presiden Soeharto)
Ø Gatra. No. 38/Thn III/10 Agustus 1996.
…ada organisasi yang jelas-jelas bertentangan dengan idieologi Pancasila, misalnya PRD. (Wawancara Asisten Sospol Kassospol ABRI, Mayjend Suwarno Adiwijoyo)
Ø Sinar. No.46/Thn III/10 Agustus 1996.
…ormas yang tidah sah, menamakan diri PRD itu, secara konsepsional merupakan organisasi mirip PKI . (Wawancara Kapuspen ABRI, Brigjen Amir Syarifudin)
Ø Sinar, idem.
…bukti memperlihatkan keterlibatan PRD dalam kerusuahan 27 Juli 1996. (Wawancara Abdul Gafur, eksponen’66)
Ø Forum keadilan. No.9/Thn V/12 Agustus 1996.
…pokoknya, sampai saat ini kami telah mendaptkan bukti bahwa PRD dimotori anak-anak bekas PKI. Kami telah mendapatkan bukti bahwa PRD dalam aktifitasnya selalu menggunakan cara-cara komunis. (Wawancara Kasum ABRI, Letjend Soeyono)
Apalagi ditambah dengan munculnya berbagai ‘kebulatan tekad’ dari berbagai organisasi resmi yang intinya mendukung dan membantu pemerintah untuk menumpas PRD. Di kemudian hari kuketahui dari buku Gerakan Pro Demokrasi Digebuk, bahwa ternyata begitu banyak organisasi tersebut yang memobilisasi massanya, yang tanpa sadar memenuhi hasrat kesewenangan penguasa Orde Baru, diantaranya;
Ø GEMA MKGR (Generasi Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) yang menyatakan akan mengerahkan enam juta anggotanya untuk memburu anggota-anggota PRD.
Ø Organisasi sekutu Golkar; AMPI, KNPI, Pemuda Pancasila, dan FKPPI; menuntut pembubaran PRD karena berpikir dan bertindak seperti PKI.
Ø HMI, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Ansor, Pemuda Tarbiyah, atau pula Angkatan Muda Islam Indonesia; mendesak pemerintah untuk melakukan tindakan tegas terhadap PRD.
No comments:
Post a Comment