SEBUAH HISTORI

Tulisan sepanjang lebih kurang 200 halaman ketik folio ini berkisah tentang sebuah fakta kekerasan negara yang dialami oleh seorang anak bangsa dari sekian banyak anak bangsa yang mengalami mimpi buruk

DISARANKAN

Membacalah sesuai dengan urutan yang tercantum pada kolom MASTERPIECE. Sebab, anda akan bingung mengikuti kisah ini jika membaca sesuai dengan urutan posting yang tertera

8 August 2008

Mengenal Balada Orang-orang Tahanan (4)


Penjara bagi seorang tahanan baru, adalah bukan rahasia lagi, bila harus berhadapan dengan apa yang disebut ‘acara perkenalan’ . Tentu sudah bukan menjadi rahasia lagi bila acara tersebut merupakan ujian yang berat bagi seorang tahanan baru. Terutama bagi penjahat yang kejahatannya ‘menjengkelkan’ polisi. Apalagi kejahatannya pun ‘menyakitkan’ bagi para tahanan di dalam penjara ini.
Aku dan kawan-kawan di blok A ini, akhirnya mau tak mau harus menyaksikan acara yang membuat hati kami miris. Bila setiap saat ada tahanan baru yang masuk ke blok A ini, artinya maka saat itulah kami harus melihat kekerasan dan mendengar lenguhan kesakitan. Para polisi tak segan-segan melakukan kekerasan macam apa pun bila tahanan baru tersebut adalah seseorang yang berulang kali mengisi daftar kejahatan di kepolisian, atau kejahatannya terlalu jahat; pembunuhan atau pencurian dengan kekerasan. Apalagi bila tahanan baru tersebut dicurigai memiliki ‘ajimat kekebalan tubuh’
Bila hanya diperintahkan untuk merayap dan berguling-guling, mungkin tak terlalu sukar dan berat. Tapi bila harus berhadapan dengan kerasnya hantaman yang bertubi-tubi maka tak pelak dalam waktu yang tak lama tubuh akan menggeloyor ke lantai semen yang kasar. Usai polisi melakukan acara tersebut maka kemudian diserahkan kepada Nadi sebagai kepala blok A.  Maka Nadi pun biasanya melakukan negosiasi pada petugas jaga, agar ada ‘dispensasi’ hukuman yang ditimpakan pada tahanan baru tersebut. Kesepakatan yang terjadi adalah berdasarkan; berapa banyak uang yang harus dibayar oleh tahanan baru kepada para petugas jaga; agar tahanan baru tersebut bisa terbebas dari acara ‘perkenalan’ . Jika kesepakatan tak terjadi maka berarti acara tetap berlaku dan berlangsung.
Jika tahanan baru tersebut dianggap ‘musuh’, baik oleh para petugas jaga dan para tahanan lain, maka dia akan menerima  2 acara berkelanjutan. Pertama, dia akan menerima acara dari para petugas jaga. Sedangkan kedua, dia akan pula menerima acara dari para tahanan lainnya. Biasanya, hal ini terjadi pada tahanan baru yang kasusnya merugikan orang miskin, atau perkosaan. Jenis kasus ini yang teramat dibenci oleh para tahanan. Menjadi penjahat karena miskin, maka jangan jadi penjahat bagi orang miskin; itulah prinsip yang pernah mereka katakan pada kami. Hal ini pernah kami lihat saat seorang maling becak masuk menjadi tahanan baru di blok A. Setelah dia dihajar habis-habisan oleh para petugas jaga. Lalu giliran satu persatu para tahanan menghajar dia pula hingga babak belur. Para tahanan merasa bahwa ‘becak’ adalah simbol kemiskinan, itulah yang membuat mereka kalap. Mereka akan lebih bangga bila bisa mencuri motor atau mobil, bahkan merampok nasabah bank. Saat acara tersebut berlangsung, Nadi memanggil kami.
“PRD…, PRD…!!”
Kami pun segera menghampiri acara tersebut. Kami pun melihat dengan jelas bagaimana wajah si maling becak itu sudah melegam hancur.
“Sekarang PRD…..” ujar salah seorang tahanan pada kami.
Rupanya mereka ingin agar kami pun turut memberikan hukuman pada  si maling becak itu.
Kami yang tak terbiasa melakukan kekerasan terhadap orang lain, sudah tentu sangat berat hati melakukan permintaan mereka. Tiba-tiba Adan Topan memberikan saran, saat kami terdiam lama.
“Begini saja…ayo merayap…!” bentak Adan Topan kepada lelaki itu.
Si maling becak itu pun merayap dengan sesekali jongkok seperti seekor anjing.
“Ayo tangannya di atas…., ngomong ‘Hidup PRD’….!” Bentak tiba-tiba dari salah seorang tahanan.
Maka si maling becak itu mematuhi perintah itu. Dia merayap sambil mengepalkan tangan ke atas dan meneriakkan; Hidup PRD…, Hidup PRD…..
Kami cuma bisa menggelengkan kepala.
Tetapi kondisi akan berbeda jika tahanan baru tersebut dianggap ‘kawan’ oleh para tahanan, maka acara tersebut akan ditiadakan tanpa satu syarat pun.

No comments: